Berita

Simulasi
Investasi

Pandemi Masih Berlanjut, DIM Ingatkan Pentingnya Disiplin Alokasi Keuangan

Pandemi Masih Berlanjut, DIM Ingatkan Pentingnya Disiplin Alokasi Keuangan

Di tengah kebijakan PPKM yang dijalankan pemerintah, ekspektasi atas pertumbuhan perekonomian pun mengalami koreksi karena potensi penurunan atas konsumsi rumah tangga. Hal ini telah menyadarkan masyarakat semakin pentingnya pengelolaan keuangan pribadi. 

Pada kondisi normal, disiplin alokasi keuangan adalah penting. Dalam masa pandemi ini, disiplin keuangan menjadi semakin penting dan challenging karena keterbatasan mobilitas serta peningkatan ketidakpastian. Investasi merupakan bagian alokasi keuangan yang tidak boleh terlupakan. Sebagai salah satu instrumen investasi di pasar modal, reksa dana tentunya termasuk instrumen yang sensitif atas perkembangan kebijakan. OJK mencatat nilai reksa dana turun dari Rp 574 triliun menjadi Rp 536 triliun dengan penurunan terbesar pada reksa dana terproteksi. Namun jika dilihat secara YoY, masih tercatat peningkatan di atas 10%.

Melihat kondisi ini, Marsangap P. Tamba selaku Direktur Utama PT Danareksa Investment Management menyampaikan dalam keterangan persnya, “Selama pandemi, kami melihat adanya kecenderungan masyarakat untuk lebih bersikap berhati-hati dalam mengelola keuangannya. Mereka tetap berinvestasi namun memilih instrumen yang sifatnya lebih low risk to moderate. Hal ini tercermin dari pilihan investasi pada beberapa instrumen reksa dana open end kami yang mengalami peningkatan. Dalam setahun terakhir reksa dana pasar uang DIM mengalami pertumbuhan 75% sedangkan secara total reksa dana open end kami meningkat 42% YoY.”

Sebagaimana diketahui, reksa dana pasar uang merupakan jenis reksa dana yang paling konservatif. Kebijakan investasi pada reksa dana ini adalah 100% pada instrumen pasar uang yakni instrumen yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun. Reksa dana ini dikenal dengan tingkat likuiditasnya yang tinggi dan cepatnya jangka waktu pencairan. Dengan karakteristik tersebut, reksa dana pasar uang dapat menjadi instrumen investasi jangka pendek yang dapat dicairkan kapan saja.

“Hal lain yang membuat kami menyadari bahwa masyarakat kian menyadari pentingnya berinvestasi adalah pertumbuhan dana kelolaan hingga semester pertama 2021 ini bersumber dari mitra distribusi. Kondisi ini sesuai dengan ekspektasi kami untuk meningkatkan dana kelolaan dari segmen retail. Salah satu kontributor pertumbuhan dana kelolaan kami adalah reksa dana pasar uang kami, reksa dana Danareksa Seruni Pasar Uang III.”

“Semester pertama tahun 2021 ini kami mengalami penurunan dana kelolaan reksa dana terproteksi yang sudah diproyeksikan sebelumnya. Untuk menyikapi hal tersebut, kami telah menyusun strategi untuk meningkatkan dana kelolaan melalui reksa dana open end termasuk reksa dana pasar uang. Jika setahun sebelumnya komposisi produk reksa dana open end dan terproteksi 45%:55%, maka kini komposisi tersebut menjadi 61%:39% dengan peningkatan 5% YoY. Kami juga melihat trend investasi digital membuat akses berinvestasi lebih mudah dan sekaligus terjangkau. Hal inilah yang mendorong kami secara konsisten berupaya meningkatkan kerjasama melalui mitra distribusi termasuk melalui InvestASIK, platform investasi yang kami kembangkan,” papar Marsangap. 

Sebagai Manajer Investasi yang telah berdiri sejak Juli 1992, DIM optimis, dengan segala tantangan di kondisi pandemi, beberapa jenis reksa dana tetap dapat bertumbuh. Hal ini tentu saja kembali dengan karakteristik produk reksa dana sesuai dengan kondisi perekonomian. Selain itu, DIM memandang perlunya kesinambungan kegiatan edukasi dan inklusi keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Optimalisasi kanal pemasaran digital akan berperanan besar sebagai katalis informasi.

Keuangan inklusif bertujuan agar setiap anggota masyarakat memiliki akses terhadap berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas secara tepat waktu, lancar, dan aman, dengan biaya terjangkau. Ini merupakan upaya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Target inklusi keuangan adalah sebesar 90% pada tahun 2024.

Dalam peluncuran hasil survey nasional keuangan inklusif 2020, Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif menyampaikan bahwa 81,4% orang dewasa pernah menggunakan produk atau layanan lembaga keuangan formal. Angka tersebut meningkat 78,8% dari tahun 2018. Sementara itu 61,7% orang dewasa telah memiliki akun. Angka ini juga meningkat 55,7% dari tahun 2018. Peningkatan akses layanan keuangan formal serta peningkatan produk dan layanan keuangan digital menjadi beberapa usulan program kerja keuangan inklusif.

“Masyarakat kita memiliki potensi besar sebagai masyarakat investor. Per Juni 2021, jumlah investor reksa dana sebesar 4,4 juta atau naik sekitar 55% YTD. Benar adanya preferensi kepada aset yang bersifat low risk, namun adanya hasil survey inklusi keuangan juga memperlihatkan, bahwa ternyata pada tahun 2020 di tengah kondisi pandemi, tingkat inklusi keuangan meningkat. Ini semua tentunya saling berkaitan satu sama lain.”

“Di DIM, kami secara berkala melakukan kegiatan edukasi dan inklusi kepada masyarakat. Melalui InvestASIK yang memiliki tagline “Atur, Sisihkan, Invest, Komit”, serta kerjasama dengan berbagai mitra distribusi, kami berharap dapat terus menjangkau seluruh lapisan masyarakat karena memang pilar perekonomian adalah masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu berbagi informasi resmi untuk meningkatkan kemampuan mengelola keuangan sangat penting. Sebagai MI, kami berharap dapat secara berkesinambungan mengambil peran nyata dalam upaya ini.” tutup Marsangap.

Sebagai informasi, pada tanggal 1 Juli 2021, DIM merayakan ulang tahun perusahaan yang ke-29 dan ulang tahun aplikasi Digital DIM, InvestASIK yang telah memasuki usia 2 tahun. Perayaan ulang tahun tersebut disambut dengan beberapa raihan prestasi yang cukup membanggakan, yaitu dengan 3 reksa dana terbaik di acara Best Mutual Fund Awards 2021 oleh Majalah Investor bekerjasama dengan Infovesta, kemudian penghargaan Bronze Winner sebagai The Most Promising Company in Strategic Marketing kategori anak perusahaan BUMN dalam acara Marketeers Award 2021 oleh MarkPlus, Inc.

26 Juli 2021
Simulasi
Investasi
DISCLAIMER COPYRIGHT 2012 Danareksa All Rights RESERVED|
PT Danareksa Investment Management terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia | DISCLAIMER